Sistem Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk
mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu
bilangan dasar atau basis (base / radix) tertentu. Dalam hubungannya dengan komputer,
ada 4 Jenis Sistem Bilangan yaitu :
1.
Desimal :
Desimal (Basis 10) adalah
sistem bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem
bilangan desimal menggunakan basis radix 10 dan menggunakan 10 macam simbol
bilangan yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Misal nilai 1024 yang terdiri
dari 1-ribuan, 0-ratusan, 2-puluhan, 4-satuan maka:
1024=
(1x103)+(0x102)+(2x101)+(4x100)
1024=(1x1000)+(0x100)+(2x10)+(4x1)
1024=1000+0+20+4
2.
Biner :
Tidak seperti manusia, komputer dan peralatan
elektronik lainnya hanya mengenal nilai high atau low,on atau off,hidup atau
mati yang mana dipresentasikan dalam system bilangan biner (binary) atau radix
2 yang disimbolkan 1 dan ).Sistem bilangan biner di gunakan computer karena
nilai 1 dan 0 mempresentasikan level tegangan on dan off. Contoh Bilangan Biner
1001, Ini dapat di artikan (Di konversi ke sistem bilangan desimal) menjadi
sebagai berikut:
Beberapa istilah terkait system bilangan biner:
- MSB (Most Significant Bit),ialah nilai bit paling besar, atau secara sederhana ialah bit yang berada di sisi paling kiri dari suatu bilangan biner
- · LSB(Least Significant Bit ), ialah nilai bit paling kecil,atau secara sederhana ialah bit yang berada disisi paling kanan dari suatu bilangan biner
- · 1 nible setara dengan 4 bit
- · 1 Byte setara dengan 8 bit
- · 1 Word setara dengan 2 Byte atau 16 bit
- · 1 Double Word setara dengan 2 Word atau 4 Byte atau 32 bit
Octal
(Basis 8) adalah sistem bilangan yang terdiri dari 8 Simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7. Contoh Octal 1022, Ini dapat di artikan
(Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :
1022=
(1x83)+(0x82)+(2x81)+(2x80)
1022=512+0+16+2
1022=530
Octal Desimal
4.
Hexadesimal :
Hexadesimal
(Basis 16), adalah Sistem Bilangan yang terdiri dari 16 simbol yaitu 0, 1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15). Pada Sistem
Bilangan Hexadesimal memadukan 2 unsur yaitu angka dan huruf.
Huruf A mewakili angka 10, B mewakili
angka 11 dan seterusnya sampai Huruf F mewakili
angka 15. Contoh Hexadesimal F3D4,
Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem bilangan desimal) menjadi
sebagai berikut :
F=15
D=13
A=10
F3DA=(15x163)+(3x162)+(13x161)+(4x160)
F3DA=61440+768+208+10
Hexadesimal Desimal
- KONVERSI SISTEM BILANGAN :
2. Desimal ke Octal :
Contoh : a) 40/8 = 5
sisa 0
Sehingga 40 =508
b) 184/8 = 23 sisa 0
23/8
= 2 sisa 7
Sehingga 184 = 2708
3.
Decimal ke Hexadesimal :
Contoh : a) 20/16
= 1 sisa 4
Sehingga
20 = 14 H
b) 184/16 = 11 sisa sisa 8
sehingga 184 = B8 H
4.
Biner ke Desimal :
Contoh : a)
(101000)2 =
(0x20)+(0x21)+(0x22)+(1x23)+(0x24)+(1x25)
= 0+0+0+8+0+32
= 40
Sehingga
(101000)2 = 40
10. Hexadesimal
ke Desimal :
Contoh : a) BB H =
(Bx160)+(Bx161) = 11+ 176 = 187
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar